Agar Ketahui Pengobatan di Negeri Sendiri Sebelum ke Luar Negeri
Surabaya, eHealth. Stan berukuran 3x2 meter yang terletak di depan pintu masuk Ballroom Hotel Sheraton tampak ramai dengan pengunjung, ada yang mencoba mencicipi teh herbal, ada pula yang mengecek gula darah secara gratis. Berbagai brosur mengenai Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Surabaya pun ludes diambil pengunjung yang kala itu memang membutuhkan informasi mengenai tempat layanan kesehatan.
Dan memang, stan kecil namun menyimpan segudang informasi tentang dunia kesehatan ini merupakan stan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang turut ambil bagian dalam pameran yang bertajuk “Malaysia Healthcare, Seminar & Exhibition” yang berlangsung selama dua hari (12-13 Juni 2010) di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya.
Dalam pameran ini, Dinkes Kota Surabaya memamerkan berbagai program unggulan dari Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ada di Surabaya, seperti halnya tiga Puskesmas yang menawarkan program unggulan masing-masing. Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Balongsari yang menampilkan Poli Paliatif, Puskesmas Medokan Ayu dengan ramuan teh herbalnya, serta Puskesmas Gundih yang menyuguhkan Poli Battra (Pengobatan Tradisional) dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang menjadi unggulannya.
Selain Puskesmas, beberapa Rumah Sakit di Kota Surabaya juga memamerkan keunggulannya. Melalui brosur, maupun buku yang di tempatkan di pintu masuk stan serta tayangan dengan LCD TV, Rumah Sakit ini juga menampilkan keunggulannya masing-masing. Beberapa Rumah Sakit ini adalah Rumah Sakit Islam Jemursari, RSU Dr. Soetomo, RS PHC, RS Bhakti Dharma Husada (RS BDH), RS Husada Utama, RS Al Irsyad, RSJ Menur, dan RS Onkologi.
Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Kota Surabaya, dr. Mira Novia, M,Kes mengatakan, dengan pameran ini Dinkes Kota Surabaya berupaya mengenalkan kembali tempat pelayanan kesehatan yang ada di Surabaya kepada pengunjung dan juga fasilitas pelayanan yang tidak kalah dengan negara lain. “Pameran ini menunjukkan kepada masyarakat, inilah pengobatan (yang ada) di negerinya sendiri yang tidak kalah dengan pengobatan yang ada di luar negeri,” tukas dr. Mira.
Dokter yang juga didapuk sebagai ketua pelaksana pameran Dinkes Kota Surabaya ini menambahkan, dengan pameran ini masyarakat mengetahui bahwa pelayanan dan pengobatan kesehatan di Kota Surabaya itu sudah canggih.
“Ibaratnya, sebelum mereka (pengunjung pameran, Red) mengetahui pengobatan yang ada di luar negeri, hendaknya mereka mengetahui layanan pengobatan yang ada di rumahnya (negerinya, Red) sendiri,” ujarnya.
Ia mencontohkan, beberapa Rumah Sakit yang mempunyai program unggulan seperti RS Husada Utama yang kini mampu mengoperasi pasien Hemi Facial Spam untuk menyembuhkan kedutan berlebih karena gangguan syaraf.
Tidak heran jika para pengunjung yang rata-rata kalangan menengah keatas ini berjubel untuk mengunjungi stan Dinkes Kota Surabaya, terlebih pengunjung dimanjakan dengan welcome drink berupa teh herbal yang berasal dari campuran jahe, kayu manis, daun jeruk purut, pandan, serai, dan cengkeh hasil ramuan dari Puskesmas Medokan Ayu, selain itu juga pengunjung dapat memeriksakan gula darah secara gratis di stan ini yang merupakan hasil kerjasama dengan Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI), ditambah dengan souvenir berupa bolpoin unik dan tidak lupa door prize yang disediakan oleh berbagai Rumah Sakit ini. Melihat tingginya animo masyarakat inilah, dr. Mira berharap agar masyarakat lebih mengetahui pengobatan yang berada di negerinya sendiri sebelum mereka melirik pengobatan di luar negeri.(Ima/And)



