Ahli Gizi yang Membaur dengan Masyarakat

PENJURIAN TENAGA KESEHATAN TELADAN TINGKAT JAWA TIMUR KATEGORI NUTRISIONIS, RIDZOTULLACHMAD NURCHAKIM, Amd. Gizi
Foto: Dalu karunia P

Surabaya, eHealth. Pemilihan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan Tingkat Jawa Timur tahun 2010 telah memasuki tahap kunjungan lokasi. Nakes Teladan Tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Timur bersaing untuk menjadi Nakes Teladan di tingkat provinsi dengan melalui beberapa tahap, antara lain uji pengetahuan kesehatan secara tertulis, psikotes, presentasi karya tulis ilmiah dan succes story yang didapatkan serta akan dilakukan kunjungan lokasi untuk 5 besar. Sebagai penilaian akhir akan dilakukan tes paparan di Dinkes Provinsi Jatim yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni 2010.

Surabaya berhasil mengirimkan dua wakilnya dalam kunjungan lapangan kali ini yaitu dr. Sri Peni Tjahjati untuk kategori Tenaga Medis dan Ridzotullachmad Nurchakim, Amd Gizi untuk kategori Nutrisionis. Kepala Puskesmas Jagir dan ahli gizi Puskesmas Peneleh tersebut akan dikunjungi oleh dewan juri tingkat Provinsi Jawa Timur pada hari Selasa (15/6) untuk menilai keseharian calon Nakes Teladan tersebut baik dalam pekerjaan, keluarga maupun di masyarakat.

Sesaat setelah dewan juri datang di Puskesmas Peneleh langsung disambut dengan nyanyian yang dibawakan oleh kader-kader Puskesmas. Meskipun sudah tidak muda lagi tetapi kader Puskesmas Peneleh tersebut dengan semangat yang tinggi disertai dengan senyum ramah menyambut dewan juri yang hadir.

”Edo (sapaan akrab Ridzotullachmad Nurchakim, Amd Gizi) sebagai perwakilan Puskesmas Peneleh pernah membantu Kecamatan dalam meningkatkan gizi anak sekolah di kawasan Kecamatan Genteng dengan mengikuti Road Show di SD Gloria,” ungkap Drs. Ahmad Daya Prasetyono, MM, Camat Genteng yang saat itu hadir untuk turut mendukung Nutrisoinis asal Puskesmas Peneleh ini.

Dalam acara yang digelar bersama Kecamatan Genteng tersebut, Edo sebagai ahli gizi membagikan pengetahuan kepada siswa, guru maupun Kepala Sekolah bagaimana cara memilih jajanan yang sehat untuk anak-anak usia sekolah.
Ketua tim dewan juri yang berkunjung ke Puskesmas Peneleh mengingatkan bahwa sukses tidaknya suatu pelayanan kesehatan kepada masyarakat tergantung pada pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas. Oleh karena itu, Pemerintah berusaha untuk memberikan penghargaan kepada Puskesmas agar Puskesmas semakin termotivasi untuk bekerja lebih giat lagi.

”Salah satu penghargaan yang diberikan yaitu Nakes Teladan dan semoga mas Edo dapat berjuang dan bisa mewakili Jatim sampai tingkat Pusat,” ujar H Ali Imrom, Ketua Tim Juri yang langsung diamini oleh seluruh kader dan Petugas Puskesmas Peneleh.

Salah satu aspek yang dinilai dalam kunjungan lapangan ini adalah keaktifan Nakes teladan tersebut di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Penilaian Nakes Teladan ini dibagi menjadi dua yaitu sebagian tim juri melakukan penilaian di Puskesmas, sedangkan yang lainnya akan melakukan penilaian di rumah Nakes yang bersangkutan ataupun di masyarakat sekitar.

Salah satu dewan juri yang melakukan penilaian di masyarakat adalah dr. Andrianto. Ketua Persagi Jatim ini mengunjungi Posyandu Manggis yang dibina oleh Puskesmas Peneleh. Posyandu yang buka di Balai RW 5 Kelurahan Peneleh ini memang terlihat sederhana, tetapi termasuk dalam kategori Posyandu yang aktif. ”Mas Edo itu termasuk pekerja keras, meskipun sakit mau bersusah payah berkoordinasi dan membantu kader di Posyandu,” ungkap Herlina, Ketua Posyandu Manggis ketika dimintai pendapat tentang Edo oleh dr. Andrianto.

Tidak hanya itu saja, seluruh kader di Posyandu Manggis sepakat mengungkapkan pada juri bahwa Edo layak menjadi Nakes Teladan tingkat Provinsi Jatim, karena sebagai ahli gizi Puskesmas, Edo selalu dapat membaur dengan masyarakat dan memberikan penyuluhan. ”Mas Edo itu orangnya grapyak (supel, Red) ramah dan care kepada semua orang,” jelas Herlina kepada dr. Andrianto.

Bahkan pendapat kader Posyandu Manggis tersebut diamini oleh warga sekitar, salah satunya adalah Ana, pengunjung Posyandu Manggis ini mengungkapkan bahwa Edo adalah sosok yang ramah kepada setiap orang yang dijumpai. ”Dulu saya pernah berpapasan dengan Edo dan saya kebetulan tidak melihat, tetapi tetap disapa,” jelas Ana. Untuk diketahui Edo akan bersaing dengan ahli gizi dari Sidoarjo, Jember, Kediri dan Situbondo.(Ito)

Share this

Banner KTR

KTR dan KTM Surabaya
PERDA Kota Surabaya No 5 tahun 2008

Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok

download disini

 PERWALI Kota Surabaya No 25 tahun 2009

Tentang pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya No 5 tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas merokok

download disini


Counter

    Anda pengunjung ke:

    9,189,926

    Sejak Oktober 2007

    Unique Visitor: 642,673

Statistik