Evaluasi Kinerja BOK Puskesmas

PERTEMUAN MONITORING DAN EVALUASI BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN DINKES KOTA SURABAYA

Surabaya, eHealth. Tengah tahun 2012, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Seluruh Puskesmas se-Kota Surabaya hadir dalam pertemuan yang bertujuan untuk membahas pencapaian penyerapan anggaran dalam BOK dan menyampaikan pelaporan hasil kegiatan Puskesmas se-Kota Surabaya hingga pertengahan tahun 2012 ini.

 

Pertemuan yang bertempat di Hotel Oval Surabaya, hari Kamis (12/07) ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas dan penanggung jawab program BOK dari 62 Puskesmas se-Surabaya dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Esty Martiana Rachmie.

 

Dalam sambutannya, dr. Esty terus menghimbau kepada Kepala Puskesmas serta penanggung jawab BOK untuk mengelola bantuan operasional tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak hanya sebatas dalam kegiatan yang bersifat rutin saja, namun juga mampu melahirkan berbagai macam inovasi yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif kepada masyarakat.

 

“Jadi tidak hanya sebatas (menggelar) pertemuan dengan kader Posyandu saja misalnya. Namun juga harus dibarengi dengan rencana tindak lanjut dari pertemuan tersebut, sehingga ilmu yang didapat kader tidak sebatas hanya tatap muka (dengan pihak Puskesmas, red) saja, melainkan aplikasi atau praktik untuk menerapkan ilmu tersebut juga mereka dapatkan. Sehingga apa yang kita laksanakan dapat bermanfaat untuk masyarakat,” tukas dokter kelahiran Lamongan ini.

 

Lebih lanjut ia juga menekankan mengenai pentingnya permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan terus berupaya untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Orang nomor satu di jajaran Dinkes Kota Surabaya ini juga memberikan testimoni tentang pengalaman anaknya yang mengalami HPP (Hemoragic Post Partum) atau perdarahan pasca persalinan sehari seusai melakukan persalinan buah hatinya yang pertama. “Alhamdulilah cepat tertangani, meski harus di-gerojok (ditransfusi, red) dengan empat kantong darah.”

 

Dengan adanya pengalaman tersebut, dr. Esty serasa diingatkan Tuhan bahwa kasus ini memang membutuhkan penanganan cepat dari tenaga kesehatan sehingga pasien HPP dapat terselamatkan dari risiko kematian. Ia pun menghimbau kepada para tenaga kesehatan untuk terus memperhatikan ibu hamil yang berada di wilayah kerja masing-masing, terutama bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi.

 

Evaluasi BOK

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Koordinator Program BOK Sufiah Rahmawati, SKM membeberkan hasil evaluasi dan supervisi Dinkes Kota Surabaya ke beberapa Puskesmas. Dalam supervisi tersebut, wanita yang akrab disapa Wati ini mengatakan bahwa tujuan dilakukannya supervisi ini untuk mengetahui pelaksanaan program kesehatan yang dibiayai oleh BOK dan juga menindaklanjuti atau menyelesaikan masalah yang ditemukan oleh tim BOK.

 

Dalam paparannya, ia mengungkapkan beberapa temuan terkait program kesehatan seperti masih adanya penderita yang berisiko tinggi yang belum dikunjungi oleh Puskesmas. Selain itu di bagian gizi Puskesmas disarankan agar pengelola BOK dan pengelola program di masing-masing Puskesmas harus mengarsip laporan pelacakan dan kegiatan kelompok ibu hamil. Beberapa temuan lain juga ia sampaikan kepada peserta yang hadir agar dapat menjadi bahan evaluasi dan koreksi ke depannya.

 

Seperti diketahui, program BOK merupakan bantuan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Program BOK ini secara garis besar bertujuan untuk pencapaian Millenium Development Goal’s (MDG’s) bidang kesehatan tahun 2015 melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan juga Posyandu.(And)

Share this

Banner KTR

KTR dan KTM Surabaya
PERDA Kota Surabaya No 5 tahun 2008

Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok

download disini

 PERWALI Kota Surabaya No 25 tahun 2009

Tentang pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya No 5 tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas merokok

download disini


Counter

    Anda pengunjung ke:

    9,125,710

    Sejak Oktober 2007

    Unique Visitor: 642,499

Statistik