Hindari Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA
Surabaya, eHealth. Dalam rangka rangkaian Surabaya Health Season 2012, Puskemas Sidotopo Wetan pada hari Sabtu (21/04) mengadakan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) gratis bagi masyarakat setempat.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Kanker Leher Rahim atau disebut Kanker Serviks merupakan Kanker yang menyerang leher rahim yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim dan liang senggama (vagina).
Kanker Serviks merupakan Kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan. Hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat penyakit ini. Karena begitu ganasnya akibat yang ditimbulkan kanker serviks, pada hari Rabu (18/04) petugas dari Puskesmas Sidotopo Wetan memberi penyuluhan kepada masyarakat setempat tentang pentingnya pemeriksaan IVA.
“Penyuluhan tentang pemeriksaan IVA ini dilakukan ketika ada pertemuan kader Posyandu. Kita (Puskesmas Sidotopo Wetan) tawarkan mereka apakah mau ikut pemeriksaan IVA pada hari ini (Sabtu,21/04),” terang Kepala Puskesmas Sidotopo Wetan dr. Basilius Agung.
Lebih lanjut dr. Basilius mengatakan pentingnya melakukan pemeriksaan IVA adalah untuk mengetahui dan deteksi dini kanker serviks. “Jadi apabila kita mengetahui dengan awal ada sel-sel yang berubah, dengan cryoterapi maka diharapkan sel-sel yang berubah tadi dapat luruh dan mati.”
Namun untuk cryoterapi, lanjut mantan Kepala Puskesmas Tanah Kalikedinding ini, istri harus mendapat persetujuan suami terlebih dahulu. Sebab dengan cryo diharapkan untuk tidak berhubungan badan selama 6 minggu. “Karena dalam 6 minggu diharapkan sel-sel yang ada di serviks sudah dapat menggugurkan diri,” terang dr.Basilius.
Dengan adanya pemeriksaan IVA masyarakat akan mendapat informasi bahwa ada pemeriksaan serviks yang terjangkau di Puskesmas. “Paling tidak dengan cryoterapi yang dilakukan, pihak Puskesmas bisa melakukan tindakan see and treat, sekaligus mengobati sel-sel yang mengalami perubahan. Sehingga diharapkan dapat menekan terjadinya Kanker Serviks di masyarakat,” harap dr. Basilius. (Dot)



