Empat Langkah Sederhana Cegah Kepikunan
Cegah Sebelum Kepikunan Datang Menyerang
8 Juni 2009
Surabaya, eHealth. Gejala kepikunan sering kali muncul secara perlahan yang diawali dengan gangguan memori atau gangguan mental ringan. Namun terkadang orang-orang yang berada disekitarnya tidak menyadarinya. Parahnya lagi, banyak orang yang menganggap pikun sebagai sesuatu yang wajar karena si penderita sudah tua, dan umumnya si penderita terlambat dibawa berobat.
Dalam hal ini dr. Agustina Konginan, SpKJ staf Psikiatri RSU Dr. Soetomo mengatakan, tanda-tanda kepikunan terdapat 10 hal diantaranya sering lupa, mengalami kesulitan melaksanakan pekerjaan rutin, sulit berbicara, mengalami disorientasi waktu dan tempat, salah meletakkan barang, sulit mengambil putusan tepat, adanya tanda-tanda lain seperti mengalami perubahan mood dan perilaku, sulit berpikir abstrak, mengalami perubahan kepribadian dan kehilangan inisiatif.
Untuk itu, lanjut dr. Agustina, maka sedia payung sebelum hujan atau cegah sebelum kepikunan datang menyerang Anda. Untuk mencegah gejala-gejala kepikunan tersebut, hendaknya Anda melakukan beberapa langkah atau memberi saran kepada orang yang Anda sayangi seperti yang telah diutarakan oleh dr. Agustina, sehingga menjadi mandiri dan berkualitas di usia lanjut. Beberapa empat langkah sederhana yang bisa Anda terapkan untuk mencegah kepikunan, antara lain:
Langkah Pertama: Lakukan Aktifitas
Olahraga merupakan salah satu aktifitas untuk mencegah kepikunan. Hanya saja jika melakukannya disarankan untuk melakukan olahraga ringan namun teratur. Jika usia Anda masih muda, seringkali melakukan olahraga yang memacu adrenalin itu akan menyehatkan. Namun berbeda dengan pada Lansia, kondisi tubuh tentunya akan menurun dan jika Anda melakukan olahraga berat akan membahayakan kondisi tubuh Anda sendiri. Maka disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti halnya jalan kaki, bersepeda atau olahraga ringan lainnya sesuai dengan yang Anda sukai.
Selain melakukan olahraga yang rutin, lakukan aktivitas lebih banyak. Keuntungannya, Anda tidak mudah stres dan terfokus pada kegiatan yang Anda jalani. Bukan hanya itu, kegiatan sosial juga penting Anda lakukan untuk menjalin komunikasi dengan banyak orang. Caranya dengan mengikuti perkumpulan Karang Wredha atau mengikuti kegiatan kerohanian yang memungkinkan anda bersosialisasi dengan banyak orang.
Langkah Kedua: Manajemen Diri
Lansia bukan berarti tidak mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memanajemen diri Anda sendiri. Untuk menjadi Lansia yang berkualitas, kemampuan untuk manajemen diri sangatlah diperlukan. Manajemen diri bisa dimulai dengan hal-hal sederhana yang biasa Anda lakukan sehari-hari. Seperti istirahat siang minimal 1-2 jam setiap hari, istirahat setelah beraktifitas untuk mengembalikan kondisi lelah Anda.
Penuhi asupan gizi Anda setiap hari dengan makan makanan 4 sehat 5 sempurna 3 kali sehari sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Konsumsi makanan yang mengandung cukup kalori, protein, vitamin sesuai kebutuhan ditambah dengan makanan berserat tinggi, sayuran, dan buah.
Langkah Ketiga: Bahagialah
Upayakan diri Anda tetap merasa bahagia dengan kondisi apapun. Jika bahagia dengan tetap produktif dan mandiri maka lakukanlah. Banyak jalan untuk bahagia, seperti mensyukuri karunia Tuhan, keluarga yang harmonis, aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan sekitar Anda, saling mengasihi satu sama lain dan kehidupan spiritual Anda yang baik. Itu semua hanya sedikit kebahagiaan dari sekian banyak kebahagiaan yang bisa Anda ciptakan sendiri.
Langkah Keempat: Sehat Fisik dan Mental
Jika Anda sakit, segeralah berobat. Tanpa terkecuali baik terdapat gangguan fisik maupun gangguan mental Anda. Selalu konsultasikan keluhan pada pada dokter Anda, sehingga tidak banyak pikiran yang memenuhi otak Anda. (Ima)
Reporter : Imroatul Afifah
Foto : Dalu Karunia P
| Attachment | Size |
|---|---|
| tips-hindari-pikun.gif | 33.53 KB |
