Kiat Sehat Untuk Lansia Ala Direktur RS Darmo

Teaser: 

dr. Imam : Kurangi Stres Berlebih dan Hidup Tidak Neko-Neko

23 Juni 2009

Surabaya, eHealth. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, dr. Imam Suwono SpPD, Direktur Rumah Sakit Darmo tentunya harus menjaga kesehatannya setiap saat. “Meski saya sudah pensiun dari TNI Angkatan Laut, otak saya masih tetap beraktifitas, bahkan pekerjaan saya lebih banyak sekarang, dengan aktifitas ini saya semakin sehat,” ungkapnya saat di temui Tim eHealth di RS Darmo, Jl. Darmo Raya.

Tampaknya filosofi itulah yang terus menyemangati laki-laki yang kerap di sapa dr. Imam dalam menjalani hari demi hari. Ditengah sukses karirnya sebagai Direktur Rumah Sakit dengan segudang aktivitas dan kegiatan yang padat. Dalam setiap kesempatan, dr. Imam selalu tampil fit. Ia tampak ceria dan bugar dengan tampilan tubuhnya yang proporsional tidak gendut maupun kurus.

Seperti perjumpaan kami pagi itu, dalam balutan baju pink dan celana coklatnya, di usianya yang tak muda lagi terlihat dari guratan diwajahnya, dr. Imam tampak lebih muda dari usia sebenarnya. Meski begitu kulitnya tampak resik, raut wajahnya tetap berseri-seri. Mungkin inilah hasil gaya hidupnya yang tidak neko-neko dengan batiniahnya yang bersih. “Saya memulai sehat dengan batiniah. Mengupayakan diri agar tidak banyak beban dalam hidup agar tidak merasakan kesedihan. Santai apa adanya agar saya tidak stres. Karena stres dapat meningkatkan hormon andrenalin yang tidak baik untuk orang seumur saya,” ungkap bapak empat anak ini.

Dengan berbagai aktifitasnya sebagai direktur tentunya ia menemui banyak hal, namun ternyata ia tak mudah kaget atau heran dengan sesuatu hal. Kaget atau heran bisa menyebabkan hormon andrenalin meningkat. Pemicunya adalah ketidak seimbangan hormon untuk itu jika seseorang dalam keadaan ini akan sulit mengendalikan diri. Bagaimana kiat dr. Imam melakukan aktifitas sehatnya sehari-hari simak berikut:

Memulai sehat olahraga dan beraktifitas

Perjalanan dr. Imam tentunya tidak sendirian. Hidup dengan istri dan keempat anaknya ikut mewarnai langkahnya. dr. imam mengaku, hidupnya terasa begitu ringan dan bahagia, “Keluarga adalah surga dunia saya,” tuturnya. Selain keluarga, hal lain yang membuatnya bersyukur adalah karena Tuhan memberinya kesehatan. dr. Imam mengaku sangat serius menjaga kesehatannya.

“Pagi, saya sudah melakukan aktifitas dengan berolahraga. Seumur saya tidak boleh berolah raga yang berat misalkan menyelam, mengangkat beban dan sejenisnya,” ungkap dr. Imam yang tak mau disebutkan umurnya ini. Meski ringan hendaknya tidak berlebihan, karena kondisinya beda ketika masih muda. Namun ia menganjurkan untuk berolahraga ringan dengan berjalan kaki, aerobik, renang, seperti yang ia lakukan sehari-hari.

Setelah olahraga ia menyiapkan keperluan ke kantor sendiri. “Saya sengaja tidak mempunyai pembantu, karena hal ini merupakan upaya sehat dengan mengerjakan kebutuhan kita sendiri,” ungkapnya. Setelah  itu ia pun beranjak ke kantor RS Darmo yang berada di Jl. Darmo Raya.

  

Istirahat siang minimal satu jam setengah

Usai beraktifitas di kantor, ia mulai beranjak pulang dari kantor jam 3 sore. Sesampai di rumah ia mengaku langsung istirahat selama satu setengah jam sebelum beraktifitas lainnya. “Istirahat tidur satu setengah jam, namun jam sore sepenuhnya untuk keluarga, sampai jam 7 malam,” imbuhnya.

Untuk bersosialisasi dengan masyarakat, ia mempunyai cara tersendiri. “Saya melakukan praktek di rumah untuk bersosialisasi dengan masyarakat,” ungkapnya. Dengan cara ini tak pelak ia pun mempunyai banyak teman dan mengenal banyak pasiennya.

 Makan malam sesuai porsi

Makan malam bersama keluarga terkadang tak terasa, makan malam kita menjadi banyak karena ada temannya. Pada makan malam ini dr. Imam mengaku tetap mengotrol makan malam dengan tak terlalu banyak konsumi berlemak atau makanan lain. Namun untuk makanan buah dan sayur, justru sangat dianjurkan lantaran banyak serat yang baik untuk tubuh.

Menyenangkan orang lain

Menebar cahaya kepada orang lain, dengan menyenangkan orang di sekitar kita. Misalkan teman, tetangga. Menyenangkan orang lain merupakan terapi, hal itu sering kali aku lakukan pada dasarnya menyenangkan diri sendiri. Tidak hanya itu menyenangkan diri sendiri itu banyak cara misalkan dengan hobi musik atau yang lain.

Rekreasi untuk Refreshing

Rekreasi merupakan bagian dari menyenangkan diri. Namun itu semua membutuhkan biaya banyak. Untuk rekreasi yang penting senang, lakukan aktifitas diluar rutinitas sehari-hari yang membuat anda bisa keluar dari kebosanan. “Saya selalu rekreasi bersama keluarga, keluar kota setiap tiga bulan sekali. tetapi idealnya satu bulan sekali jika mempunyai banyak waktu,” jelasnya.(Ima)

Reporter : Imroatul Afifah

 

Your rating: None Average: 5 (1 vote)