KIPRAH PUSKESMAS DENGAN PELAYANAN SORE HARI
Meski Mahal dari Pelayanan Pagi, tapi Tetap Diminati
Januari 2010
Surabaya, eHealth.”Tidak bisa dengan cara biasa”. Kata itulah yang mungkin melintas di pikiran anda saat menyaksikan lampu-lampu Puskesmas yang masih menyala dan tampak sibuk melayani pasien meski matahari telah beranjak ke peraduannya.
Seperti yang dilakukan oleh Sri (42), meski hujan turun dengan deras, ia tetap membuka loket untuk melayani pemeriksaan pasien di Puskesmas Manukan Kulon karena jarum jam telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Sore itu, wanita yang bernama lengkap Sri Kathijah Yatmie tetap bersemangat untuk melaksanakan tugasnya sebagai petugas loket Puskesmas Manukan Kulon yang saat itu mendapat giliran jaga.
Tidak lama berselang, seorang ibu beserta anaknya datang menuju loket. Sri pun melayani dengan ramah seolah tidak peduli dengan lelahnya. Ia kemudian memberikan kartu layanan dan si pasien langsung menuju ruang pelayanan. Kemudian beberapa pasien yang lain juga telah mengantri untuk dilayani.
Sudah 2,5 tahun Sri melayani pasien di sore hari. Bersama seorang dokter, bidan, apoteker, dan penjaga, Sri melayani pasien yang datang di sore hari. Meski menurut pengakuannya, pasien sore kadang memang tidak begitu banyak seperti pelayanan pagi. Biasanya pada sore hari, Puskesmas yang beralamatkan di Jln. Manukan Dalam No 18A ini melayani pasien 15 hingga 20 orang.
”Kalau sore gini ini gak begitu rame mas, apalagi sekarang musim hujan,” ujarnya. Tetapi, lanjut Sri, pengecualian untuk hari Senin dan Kamis, pasien bisa mencapai 50-60 orang di sore hari, karena terdapat pelayanan Askes. Namun demikian, Sri bersama timnya tetap melayani pasien dengan semangat, tidak peduli hari apa, sedikit atau banyak pasien yang berkunjung.
Puskesmas biasanya membuka pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB, namun beberapa Puskesmas di Kota Surabaya masih melayani pasien hingga pukul 19.00 WIB atau yang lebih dikenal dengan Puskesmas pelayanan sore hari. Begitulah usaha yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Tidak cukup dengan pelayanan di pagi hari, saat ini Puskesmas juga melayani di sore hari. Dengan adanya Puskesmas pelayanan sore hari, diharapkan masyarakat kota besar yang sebagian bekerja di pagi hari dapat merasakan pelayanan Puskesmas.
Sri menuturkan, meski terkadang pelayanan sore hari tidak seramai di pagi hari, tetapi kepuasan pasien di sore hari menurutnya ”lebih” dibandingkan pagi hari. Pasalnya, pada pelayanan sore hari tidak perlu lama mengantri seperti pada pelayanan pagi. ”Apalagi jamnya kan pas sama jam orang pulang kerja mas, kadang mereka (pasien, Red) langsung mampir ke sini sepulang kerja, jadi banyak yang suka (dengan pelayanan sore hari, Red),” ujar Sri dengan ramah.
Sebagaimana diketahui, pelayanan Puskesmas di pagi hari buka setiap hari kerja mulai pukul 07.30 WIB sampai 12.00 WIB, hari Jumat dan Sabtu mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB. Sedangkan untuk pelayanan Puskesmas sore hari buka setiap hari kerja mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB, untuk hari Sabtu buka pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB.
Puskesmas pelayanan sore selama ini memang menggunakan tarif yang lebih mahal, yakni Rp. 10.000, dibandingkan dengan pagi hari yang ”hanya” Rp. 2.500, hal ini dikarenakan mengikuti Peraturan Walikota. Meski tarif yang diberikan sedikit lebih mahal, namun rupanya hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pasien yang datang berkunjung. Menurut Rami (36), salah satu pasien di Puskesmas Manukan Kulon, ia tetap memilih layanan sore meski lebih mahal daripada pelayanan pagi hari. Selain karena padatnya kegiatan di pagi hari, dan harus mengantri terlalu lama, dibandingkan dengan pelayanan dokter swasta, Puskesmas pelayanan sore hari masih jauh lebih murah.
Sebelumnya, Rami yang bekerja di sebuah pabrik di kawasan Margomulyo ini mengaku menggunakan jasa dokter swasta jika dirinya sakit. Namun, karena dinilai lebih mahal serta pelayanan yang diberikan sebanding dengan Puskesmas, maka ia pun lebih memilih Puskesmas sore. Bahkan, Rami mengaku sudah tidak ingat lagi berapa kali menggunakan jasa Puskesmas sore, karena setiap kali membutuhkan pertolongan pertama, Rami selalu datang ke Puskesmas sore.
Selain Puskesmas Manukan Kulon, pelayanan sore juga dilakukan oleh Puskesmas Balongsari. Berada di kecamatan yang sama dengan Puskesmas Manukan Kulon, yakni Kecamatan Tandes, Puskesmas yang saat ini masih menumpang di Koramil Kecamatan Tandes karena adanya renovasi telah melaksanakan pelayanan sore hari sejak tahun 2005. Seperti yang diungkapkan oleh Dwi Hariyono, petugas sanitasi yang juga berperan sebagai HRD dan audit internal Puskesmas Balongsari.
”Setiap hari kita buka kok mas, tapi kan jaga (petugas Puskesmas, Red) nya giliran, rata-rata dapat satu sampai dua kali setiap minggu,” ujar Dwi kepada tim eHealth.
Setiap kali jadwal jaga, pelayanan sore di Puskesmas Balongsari dikawal oleh 2 petugas loket, 2 orang apoteker, 2 orang di KIA, 1 dokter, 2 perawat, dan 2 orang di kamar bersalin. Dengan jumlah karyawan 42 orang, jadwal jaga di Puskesmas Balongsari lumayan padat. ”Disini semuanya jaga mas, termasuk juga bu Maya (dr. Maya Syahria Saleh, Kepala Puskesmas Balongsari, Red),” tambahnya.
Hal itu rupanya tidak lepas dengan keadaan pasien yang memang lumayan ramai di sore hari. Pasalnya, pada sore hari pasien didominasi oleh buruh pabrik yang bekerja pada pagi hari, baik yang melakukan kerjasama dengan Puskesmas atau tidak. Pelayanan sore hari memang sangat dipengaruhi oleh keadaan masyarakat sekitar.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Sri Setyani mengatakan, masyarakat sangat responsif sejak adanya Puskesmas pelayanan sore di tahun 2005. Pada awalnya, pelayanan sore di Puskesmas sendiri diadakan karena adanya pelayanan sore yang serupa di SKPD lain, seperti kantor kecamatan dan kelurahan. Hal ini sendiri tidak lepas dari keadaan masyarakat perkotaan yang sebagian besar harus bekerja di pagi hari. Sehingga kegiatan lain hanya bisa dilakukan pada sore hari agar memudahkan. ”Selama ini masyarakat sangat mendukung dan merasa puas,” ujar dokter yang mengawal jalannya Puskesmas pelayanan sore hari ini.
Karena kepuasan masyarakat yang setia menggunakan jasa Puskesmas sore inilah, Dinas Kesehatan berupaya menjaga mutu dan memperluas jaringan layanan Puskesmas layanan sore. Saat ini, terdapat 35 Puskesmas dengan fasilitas pelayanan sore dari 53 Puskesmas di Surabaya. 35 Puskesmas itu sendiri tidak dibiarkan begitu saja dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di sore hari. Dinas Kesehatan terus memantau melalui laporan setiap bulan dan kunjungan sewaktu-waktu untuk memastikan kegiatan Puskesmas sore berjalan baik.
”Puskesmas sore ini kan diadakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, jadi kalau sepertinya menurun dan tidak mendapat tanggapan masyarakat, mungkin kita pindahkan di Puskesmas lain yang lebih membutuhkan,” ungkap dr Sri.
Namun sejak dilaksanakan pada tahun 2005, jumlah kunjungan pasien di 35 Puskesmas yang mengadakan pelayanan sore justru tidak pernah menurun. Maka Dinkes Kota Surabaya berupaya untuk terus menambah jumlahnya. Bahkan, tahun ini Dinas kesehatan berencana menambah 3 Puskesmas lagi untuk mengadakan pelayanan sore.(Dlu)
Reporter/Foto : Dalu Karunia P
