PENGHARGAAN PEMKOT KEPADA SARANA PENDIDIKAN YANG MENDUKUNG PELAKSANAAN PERDA KTR DAN KTM

Teaser: 

Penghargaan Sebagai Motivasi Untuk Wujudkan Masyarakat sehat

November 2009

Surabaya, eHealth. Hari Kesehatan Nasional ke-45 yang jatuh pada tanggal 12 November 2009 diperingati oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan melaksanakan upacara di taman Surya. Upacara peringatan HKN Ke-45 ini tidak hanya dihadiri oleh seluruh perwakilan SKPD di jajaran Pemkot Surabaya, tetapi juga masyarakat kesehatan yang ada di Surabaya.

Dalam kesempatan itu Pemkot Surabaya memberikan beberapa penghargaan kepada warga Surabaya yang mendukung pembangunan dan peningkatan derajat kesehatan di kota Pahlawan. Salah satunya adalah FKM Unair serta Stikes Yarsis (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan RS Islam Surabaya) yang mendapatkan penghargaan sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam sosialisasi Perda No. 5 tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok (Perda KTR dan KTM).

Kedua sarana pendidikan tersebut memang sangat getol dalam mewujudkan Perda KTR dan KTM di Surabaya. “Kita (Stikes Yarsis, Red) termasuk dari masyarakat kesehatan, sebelum Perda ini disetujui, kita ikut menggodog Perda KTR dan KTM ini bersama dengan Dinkes Kota Surabaya, LSM dan pihak-pihak yang lain,” ujar Prof. Dr. Rika Subarniati Triyoga, dr. SKM, Ketua Stikes Yarsis. Lebih lanjut, dokter berjilbab ini menjelaskan bahwa sejak dulu Stikes yang terletak di jalan SMEA No. 1 Surabaya ini tidak memperbolehkan rokok masuk dalam area kampus.

“Perokok itu pembunuh berdarah dingin, karena sudah tahu dampaknya berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain, tapi masih merokok disekitar orang lain,” ungkap Prof. Rika. Tidak hanya itu saja, perubahan perilaku dari perokok aktif sangat diperlukan karena dengan semakin sadarnya mengenai kesehatan maka perokok aktif dapat merubah kebiasaan dengan tidak merokok disembarang tempat sehingga tidak merugikan orang lain. “Syukur-syukur kalau bisa berhenti merokok, sehingga tidak merokok dapat dijadikan sebagai way of life seseorang,” jelas Prof. Rika.

Dalam berbagai mata kuliah di Stikes Yarsis juga dijelaskan mengenai dampak berbahaya yang ditimbulkan dari rokok, sehingga diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan yang nantinya dapat ditularkan kepada teman, atau kerabat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. “Terdapat mata kuliah keperawatan komunitas, pasien merupakan manusia sehingga berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,” terangnya. Lingkungan juga memberikan pengaruh kepada kesehatan seseorang, misalnya lingkungan yang kotor dengan sampah berserakan dan lingkungan yang dipenuhi dengan asap rokok. Dengan adanya keperawatan komunitas diharapkan suatu komunitas dapat melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Tidak hanya Stikes Yarsis, FKM Unair yang mendapatkan penghargaan sebagai Fakultas yang aktif dalam sosialisasi Perda KTR dan KTM juga merupakan salah satu pihak yang membidani lahirnya Perda yang mengatur tentang rokok di Kota Pahlawan ini. “Awal tahun 2008 FKM Unair membantu menyusun naskah akademik yang diserahkan kepada anggota dewan untuk mendukung terbentuknya Perda KTR dan KTM ini,” jelas dr. Santi Martini, M.Kes saat ditemui tim eHealth di FKM Unair.

Salah satu dosen FKM Unair ini menjelaskan bahwa untuk penyusunan naskah akademik tersebut dibentuk tim tersendiri yang terdiri dari FKM Unair, IAKMI Jawa Timur dan beberapa pihak lainnya. “Kita (Tim penyusun naskah akademik, Red) senang dan bangga karena Perda KTR dan KTM berhasil terbentuk dan kita terlibat didalamnya,” ujar dr. Santi Martini, M.Kes.

Tidak hanya itu, FKM Unair sebagai salah satu pihak yang turut serta dalam lahirnya Perda KTR dan KTM merasa berkewajiban untuk mengawasi dan menyukseskan penerapannya di masyarakat. “Penerapan di lapangan memang sangat berat kita (FKM Unair, Red) tidak akan lepas tangan tetapi akan membantu mengawasi,” jelas dr. Santi.

“Penghargaan-penghargaan yang diterima ini tentu akan menjadikan FKM semakin yakin dan konsisten dalam mewujudkan masyarakat sehat,” ujar dr. Santi. Untuk diketahui  sebelumnya FKM Unair telah menerima beberapa penghargaan dari Dinkes Kota Surabaya antara lain sebagai Pelopor Penerapan Kampus Tanpa Rokok.(Ito)

Reporter : Bambang Yupito

Your rating: None