PENGHARGAAN PEMKOT SURABAYA KEPADA RELAWAN PALIATIF
Impikan Hospice Bagi Penderita Stadium Lanjut Yang Tidak Mampu
November 2009
Surabaya, eHealth. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian Pemerintah Kota Surabaya terhadap kepedulian masyarakat awam yang mendedikasikan dirinya pada penderita Kanker, atau dalam hal ini melalui relawan paliatif, pada tanggal 12 November 2009 bertepatan dengan Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-45, maka diberikanlah sebuah sertifikat penghargaan kepada Ketua Relawan Paliatif RSU Dr. Soetomo, Rudy Prins. Bersamaan pula dengan pemberian penghargaan terhadap PPPBN RSU Dr. Soetomo dalam keaktifannya mewujudkan Surabaya Bebas Nyeri Kanker (SBNK) 2010.
“Penghargaan ini untuk semua relawan, dan merupakan bentuk apresiasi yang berarti Pemkot sudah memperhatikan,” tutur Rudy Prins saat diwawancarai via telepon oleh Tim eHealth. Pria kelahiran 3 Oktober 1951 ini mulai tergarak hatinya untuk menjadi relawan paliatif semenjak merasakan sendiri betapa pelayanan paliatif sangat berbeda efeknya, yakni ketika almarhum istrinya ditangani oleh dokter paliatif.
“Kami sekeluarga saat itu merasakan nikmatnya pelayanan ini, sayangnya istri saya hanya mendapatkan pelayanan dua minggu saja,” tutur Rudy yang mulai menjadi relawan pada tahun 2003 ini. Melalui penjelasan, himbauan dan informasi mengenai Kanker itu sendiri, perawatan paliatif dan relawan paliatif melalui dr. Agus Ali Fauzi yang saat itu merawat almarhum istrinya yang terkena Kanker Payudara, maka akhirnya Ia memutuskan untuk menjadi relawan paliatif.
Kanker baginya merupakan penyakit yang direnungi dari hari ke hari, sehingga menimbulkan beragam persepsi dan ketakutan tersendiri dari para penderita Kanker yang kemudian dapat menimbulkan tekanan atau stres dan menjadi salah satu faktor nyeri pada Kanker. Maka dari itu, tugas utama relawan paliatif adalah hadir disamping mereka sebagai kawan, sahabat dan ‘jembatan’. “Lebih banyak tangan yang meninggalkan mereka (penderita, Red), dibandingkan yang menyambut mereka,” jelas Rudy yang menjadi Ketua Relawan Paliatif semenjak tahun 2007 ini.
Tidak heran ketika Ia datang ke rumah penderita lengkap beserta seluruh Tim Paliatif RSU Dr. Soetomo, reaksi penderita sangat senang dan terkadang berlebihan. “Kadang seperti melihat malaikat saja, sampai mencium tangan dan tidak memperbolehkan kami pulang,” jelasnya.
Seperti yang dijelaskan oleh Kakek dari satu orang cucu ini, bahwa di RSU Dr. Soetomo sendiri terdapat 50 orang relawan paliatif yang aktif melakukan kegiatannya. Kegiatan dari relawan ini mulai dari Homecare, bagi penderita dengan stadium lanjut dan tidak dapat melakukan perawatan di Rumah Sakit. Ketika homecare, tim yang hadir mulai dari dokter paliatif, dokter rehab medik, perawat, psikiater, dan tentu saja relawan paliatif.
Porsi atau tugas relawan yakni mendampingi pasien, menjadi jembatan antara pasien dengan rumah sakit, atau pasien dengan keluarganya. Selain itu relawan juga bertugas untuk membantu membersihkan luka para penderita. Tentu saja para relawan telah diberikan bekal ilmu dalam perihal tersebut, mulai dari apa itu Kanker, bagaimana cara tangani pasien secara umum, dan tangani pasien melalui psiko-sosial mereka. Selain itu relawan juga bertugas dalam Hotline yang dapat dihubungi 24 jam oleh siapa pun, baik penderita, keluarga penderita yang butuh bantuan, atau pun orang umum yang ingin mengetahui tentang paliatif atau tentang Kanker.
Rudy mengaku terkadang para relawan sendiri malah belajar banyak hal kepada para penderita Kanker. Terutama mengenai ilmu ikhlas. Pria yang sangat peduli terhadap keadaan para pasien Kanker ini kemudian mendirikan sebuah yayasan yang juga bergerak di bidang paliatif. Aktivitasnya mulai dari pendampingan, sosialisasi, sampai memberikan pinjaman gratis berupa alat bantu kepada pasien seperti contohnya kursi roda. Ia namakan yayasannya seperti nama almarhumah istri tercintanya yakni Yayasan Ismu Wardhanie, yang bertempat di rumahnya sendiri di daerah Pondok Chandra.
Namun, mimpi pria yang memiliki hobi bermain voli ini bukan hanya berujung pada sebuah penghargaan. Lebih daripada itu, Ia berharap bahwa Kota Surabaya dapat memiliki sebuah Hospice, yakni merupakan rumah perawatan khusus untuk penderita stadium lanjut, terutama bagi mereka yang tidak mampu. Maka melalui yayasan yang Ia kembangkan sendiri dan melalui kedudukannya sebagai Ketua Relawan Paliatif RSU Dr. Soetomo, Ia berusaha wujudkan mimpi itu, terlebih lagi berharap pemerintah dapat ikut andil dalam kepedulian yang menyangkut nama kemanuasiaan tersebut.(Fie)
Reporter: Dian Sofianty P
