PERSIAPAN PUSKESMAS TANAH KALI KEDINDING MENYAMBUT BEROPERASINYA JEMBATAN SURAMADU

Teaser: 

Meningkatkan Sarana, Prasarana dan SDM untuk Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

26 Juni 2009

Surabaya, eHealth. Ratusan kendaraan bermotor baik motor, mobil pribadi, bus dan truk terlihat berlalu lalang di jalan Kedung Cowek. Pemandangan seperti itu tentu saja tidak akan didapatkan di jalan yang sama pada tahun lalu. Hal tersebut disebabkan karena tahun ini diresmikan Jembatan Suramadu dan salah satu aksesnya dari Surabaya adalah jalan Kedung Cowek. Memang jalan yang sebelumnya terkesan sempit dan rusak tersebut disulap menjadi jalan raya yang lebar dengan jalur cepat.

Jembatan sepanjang 5.438 meter yang diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 lalu tentu saja memberikan dampak yang besar bagi masyarakat di Jawa Timur terutama di Surabaya dan Madura. Selain sebagai jembatan terpanjang di Indonesia Suramadu diharapkan dapat mempercepat pembangunan di kawasan Madura.

Dengan beroperasinya jembatan Suramadu maka mobilisasi masyarakat dari Surabaya ke Madura maupun sebaliknya semakin tinggi. Perpindahan masyarakat yang cepat dan tinggi tersebut  akan menimbulkan beberapa dampak, salah satu diantaranya adalah di bidang kesehatan.

Dalam hal ini banyak masyarakat yang mengalami kecelakaan kerja pada saat pembangunan Suramadu maupun kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh perubahan kondisi jalan Kedung Cowek, sedangkan sarana kesehatan yang terdekat hanyalah Puskesmas Tanah Kali Kedinding (Takal) yang terletak tepat di Jl. Kedung Cowek 226 Surabaya.

Mau tidak mau instansi kesehatan milik Pemerintah Kota Surabaya tersebut harus menyiapkan diri untuk menghadapi keadaan semacam itu. ”Ruang Tindakan Puskesmas Takal telah dilengkapi dengan UGD set, sehingga pertolongan pertama dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat,” terang dr. Basilius Agung S., Kepala Puskesmas Takal. Beberapa UGD set yang telah ada di Puskesmas Takal antara lain ambulans, tabung oksigen, tandu, kotak P3K, lampu, hematologi klinik, infus dan lain-lain.

Dengan adanya peralatan-peralatan tersebut Puskesmas Takal dapat melakukan tindakan medis diantaranya merawat luka, menjahit luka bahkan memberikan tindakan gawat darurat. ”Kejadian seperti ini sering kami tangani,” terang dr. Agung sambil melihat seorang pasien yang kakinya sedang dijahit di ruang tindakan. Apabila terjadi keadaan yang emergency dan membahayakan nyawa pasien akan langsung di rujuk ke Rumah Sakit terdekat dengan menggunakan Ambulans.

Selain menyiapkan sarana, Puskesmas Takal juga menyiapkan SDM (Sumber daya Manusia) yang ada dengan memberikan beberapa pelatihan terutama untuk pertolongan pertama, bahkan seluruh dokter dan paramedis di Puskesmas Takal telah mendapatkan pelatihan PPGD (Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat).

”Selain PPGD, petugas kesehatan di Puskesmas Takal juga mendapatkan pelatihan PTC (Primary Trauma Care) dan BLS (Basic Life Support) yang diikuti oleh 2 dokter dan 4 perawat,” jelas dr. Agung. Lebih lanjut dokter bertubuh besar itu mengungkapkan bahwa akan terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada seluruh staf Puskesmas yang ada.

Tidak hanya sarana dan SDM yang ditingkatkan tetapi juga manajemen Puskesmas salah satunya dengan melakukan standarisasi tingkat internasional. ”Tanggal 14 Juli 2009 nanti kita (Puskesmas Takal, Red) akan disertifikasi ISO 9001:2000, semoga kita dapat meraihnya,” terang dr. Agung sambil tersenyum.

Selain memberikan pelayanan seperti biasanya Puskesmas Takal juga mempersiapkan diri untuk sertifikasi ISO 9001:2000 yang tinggal beberapa hari lagi. ”Kita tidak bingung tapi kita akan memberikan yang terbaik dalam persiapan ISO ini,” jelas dr. Agung.

Bangunan fisik Puskesmas Takal saat ini memang berada di bawah jalan Kedung Cowek yang semakin ditinggikan tetapi hal tersebut tidak menurunkan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas. ”Rencananya pada tahun 2011 Puskesmas Takal akan dibangun menjadi 2 lantai, saat ini di belakang telah dibangun gedung pertemuan dua lantai dan bulan depan akan selesai,” terang dr. Agung.

Selain itu Puskesmas Takal telah mempunyai incenerator untuk memusnahkan sampah medis padat, sedangkan sampah medis cair akan dimusnahkan di IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Memang dengan semakin meningkatnya sarana, prasarana, SDM maupun manajemen Puskesmas Takal diharapkan dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi sosial di sekitar Jembatan Suramadu yang telah dioperasikan.

Dengan dibukanya akses Suramadu melalui jalan Kedung Cowek maka wilayah kerja Puskesmas Takal dipisahkan oleh jalan yang semakin diperlebar tersebut. Pasien yang bertempat tinggal di sebelah timur (dari arah Surabaya,Red) jalan Kedung Cowek tetap berobat ke Puskesmas Takal sedangkan yang di sebelah barat akan berobat ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Tanah Merah.

”Setelah jalan Kedung Cowek dibuka untuk ke Suramadu pasien banyak berobat ke Pustu Tanah Merah terutama pasien yang rumahnya di sebelah Barat karena akses ke Puskesmas Takal semakin sulit,” jelas dr. Agung. Akan tetapi jumlah pasien di Puskesmas Takal tidak berkurang, hal ini disebabkan karena banyak pasien di luar wilayah kerja Puskesmas yang berobat di Puskesmas Takal. ”Meskipun pasien dari Madura tetap kita layani dengan prima,” terang dr. Agung.

 

Hal senada juga dibenarkan oleh dr. Donny M.S, dokter di Pustu Tanah Merah. ”Setelah Jembatan Suramadu beroperasi kunjungan pasien di sini (Pustu tanah Merah, Red) meningkat 3 kali lipat,” terang dr. Donny. Biasanya Pustu Tanah Merah memeriksa 20 pasien setiap harinya sekarang mencapai 60 pasien setiap hari. Perlu diketahui tenaga di Pustu Tanah Merah antara lain 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 2 perawat, 1 bidan dan 1 administrasi. Pustu yang terletak di Jl. Tanah Merah Gg. 5 tersebut memang buka seperti hari buka Puskesmas tetapi stok obat dilakukan sebulan sekali dari Puskesmas Takal.

Setelah jalan Kedung Cowek dibuka sebagai akses ke Suramadu, kasus kecelakaan meningkat dengan signifikan, baik itu kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas. ”Jalan telah dirubah menjadi jalur cepat tetapi masyarakat sekitar masih belum siap dan tidak tertib sehingga banyak terjadi kecelakaan,” jelas dr. Donny. Pustu Tanah Merah sendiri terletak tidak begitu jauh dengan jalan Kedung Cowek kira-kira 500 meter dari jalan akses Suramadu tersebut.

”Pada saat saya piket sore, ada saja yang luka karena kecelakaan minimal lukanya dijahit,” jelas dr. Donny yang biasanya melakukan jaga sore di Puskesmas Takal ketika selesai bertugas di Pustu Tanah Merah ini.

Pertolongan pertama yang diberikan kepada korban kecelakaan sangat penting karena hal tersebut dapat menentukan tingkat keselamatan pasien. ”Apabila penanganan awal salah maka akan fatal akibatnya, penanganan awal benar dan tepat maka tingkat keselamatan semakin tinggi,” terang dr. Donny.

Memang tenaga kesehatan di Puskesmas Takal telah mendapatkan pelatihan untuk melakukan pertolongan pertama sehingga kemampuannya tidak perlu diragukan. ”Dulu ada pasien dari Suramadu yang terkena serangan Jantung meskipun dirujuk ke Rumah Sakit tapi pasien dapat diselamatkan karena pertolongan pertama yang diberikan oleh Puskesmas Takal benar dan tepat, tetapi sebenarnya kasus tersebut bukan level Puskesmas,” terang dr. Donny.

Selain itu terdapat beberapa kasus diantaranya terdapat 4 pekerja Suramadu yang terjatuh setinggi 3 meter di ponton dengan patah tulang. Keempat pekerja itu dibawa ke Puskesmas Takal menggunakan mobil pick up. ”Empat pekerja tersebut dirujuk ke RS menggunakan Ambulans Puskesmas sehingga bolak-balik 4 kali,” terang dr. Donny.

”Kejadian-kejadian tersebut bukan level Puskesmas tetapi sudah menjadi tanggung jawab level sarana kesehatan yang lebih tinggi, 4 pasien saja sudah kewalahan karena sarana dan SDM yang terbatas apalagi bila terjadi kecelakaan massal misalnya kecelakaan bus, tetapi saya berharap tidak terjadi,” jelas dokter berkacamata tersebut.

Lebih lanjut dokter bertubuh besar tersebut berharap agar di wilayah Suramadu terdapat sebuah Rumah Sakit Surabaya Utara sehingga pelayanan kesehatan di sekitar wilayah Suramadu dapat diberikan dengan maksimal. ”Alangkah baiknya apabila Puskesmas Takal dijadikan Rumah Sakit dan Pustu Tanah Merah menjadi Puskesmas, seperti yang terjadi di Puskesmas Tambak Rejo dan RS. Soewandhi,” harap dr. Donny. (Ito)

Reporter : Bambang Yupito

Foto        : Dalu Karunia Putra

Your rating: None