Seputar Persiapan Dan Pemberian ASI

Teaser: 

Rawat Payudara, Optimalkan Pemberian ASI

3 Juni 2009

Surabaya, eHealth. Tidak dapat dipungkiri lagi, makanan terlengkap, tersehat, dan yang paling terjamin untuk pertumbuhan bayi sesaat setalah dilahirkan adalah ASI. Selain waktu pemberian ASI eksklusif yang harus ditekankan, yakni 6 bulan pertama setelah bayi dilahirkan, persiapan ASI sendiri harus diperhatikan, mulai dari perawatan payudara dan makanan yang dikonsumsi untuk mendukung terbentuknya ASI yang sehat. Disamping itu, beberapa cara pemberian ASI pun harus dipertimbangkan demi keoptimalan pemberian ASI bagi buah hati.

Kapan Baiknya Mempersiapkan ASI?

ASI hendaknya sudah dipersiapkan oleh sang ibu sejak janin masih dalam kandungan, terutama pada 2-3 bulan sebelum melahirkan. Persiapan yang dilakukan adalah dengan cara merawat kesehatan payudara.

Cara Perawatan Payudara Agar ASI Banyak

  1. Mengencangkan puting susu
    1. Bersihkan puting susu sewaktu mandi dengan waslap/handuk kasar
    2. Lepaskan BH selama beberapa menit dalam sehari agar puting mendapatkan udara bebas.
    3. Putar-putarlah puting susu dengan jari tangan 1-2 kali sehari selama 1-2 menit, khususnya pada daerah yang berwarna kehitaman sekitar puting susu (areola) dan olesi sekitar puting susu dengan minyak kelapa.

Tetapi harap diingat, jangan sampai bahan-bahan yang dioleskan menutupi saluran air susu.

  1. Memijat/mengurut payudara

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi air susu dan mencegah pembengkakan payudara. Lakukan pemijatan dua kali sehari pagi dan sore sebelum mandi atau menjelang tidur.

Ciri-ciri payudara yang telah mengandung ASI adalah ketika payudara terasa bengkak dan membesar. Ukuran payudara tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari ASI.

Makanan yang baik agar ASI Lancar Keluar

  1. Makanan bergizi yang terdiri dari nasi/umbi-umbian, lauk pauk, sayuran yang berwarna hijau dan buah-buahan
  2. Minumlah kira-kira enam gelas sehari agar persediaan ASI cukup banyak
  3. Makan makanan tradisional yang dapat menambah ASI seperti contohnya daun katup.

Selain makanan dapat memicu kelancaran ASI, dengan memberikan ASI sesering mungkin pun dapat memperlancar sirkulasi ASI.

Masalah yang Sering Terjadi Ketika Memberikan ASI

  1. Puting melesak atau masuk ke dalam,
    1. Jika puting susu melesak diketahui sejak masa kehamilan, hendaknya puting susu ditarik-tarik dengan menggunakan minyak kelapa setiap mandi 2-3 kali sehari.
    2. Jika puting susu melesak diketahui setelah melahirkan, dapat dibantu dengan tudung puting (nipple hoot).
  1. Puting lecet atau infeksi
    1. Berikan ASI kepada bayi lebih sering tetapi dengan durasi yang lebih pendek
    2. Letakkan es yang telah dibungkus dengan handuk di sekeliling puting susu untuk mengurangi rasa sakit
    3. Mulai memberikan ASI dengan payudara yang lebih sedikit lecetnya
    4. Biarkan puting susu ibu kering sendiri di udara terbuka kurang lebih ½ jam setelah menyusui dengan cara:
      1. Tidak memakai BH, atau memakai BH khusus yang memiliki lubang
      2. Untuk membersihkan payudara, jangan menggunakan sabun dan krim yang dapat menyebabkan lecet (iritasi)
      3. Walaupun agak terasa sakit usahakan agar ibu menyusui berlaku tenang dan bernafas dalam-dalam sampai ASI keluar

 

  1. Payudara bengkak

Untuk mengatasi pembengkakan lakukanlah upaya dibawah ini yakni:

    1. setiap 2 jam sekali sebelum menyusui kompreslah payudara dengan lap bersih atau dengan daun pepaya basah
    2. Rangsanglah agar ASI mengalir dengan mengurut menggunakan minyak kelapa
    3. Keluarkanlah sedikit ASI agar payudara ibu menjadi lunak dan puting susu menonjol keluar

Apabila terjadi pembengkakan payudara usahakan ASI terus diberikan pada bayi.

Jika ibu yang sedang menyusui terserang penyakit seperti misalnya pilek, usahakan tetap memberikan ASI dengan menutup mulut dan hidung dengan masker.

Agar ASI Optimal Diberikan

  1. ASI hendaknya diberikan sesaat setelah bayi dilahirkan. Biasanya bayi baru lahir selalu tidur saja seolah-olah tidak menginginkan air susu, tetapi walaupun begitu usahakan agar bayi tetap didekatkan ke dada ibu sehingga akan terbiasa dengan aroma ibu dan mengetahui sentuhan ibunya
  2. Cara terbaik pemberian ASI adalah dalam jangka pendek tetapi sesering mungkin
  3. Berikan ASI setiap kali bayi mau, dan tidak perlu dibatasi. Pada saatnya nanti, sesuai dengan perkembangan/pertambahan usia bayi keinginan untuk menyusu akan teratur.
  4. Pada saat menyusui hendaknya bersikap gembira dan santai
  5. Bila bayi ingin menyusu, cucilah tangan ibu dan bersihkan puting susu dengan kapas basah. Ambil posisi yang menyenangkan untuk menyusui.
  6. Biarkan tangan bayi dalam keadaan bebas selama menyusu, dan beri kesempatan untuk memegang ibu. Berilah kasih sayang ibu selama menyusui
  7. Dalam menyusui, puting harus masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi dan bayi pun harus tetap dapat bernafas dengan baik.

Apabila bayi tertidur selagi menyusu, bangunkan secara perlahan dan usahakan agar bayi melanjutkan hisapannya. Jangan menghentikan menyusui kalau bayi belum mau berhenti menghisapnya.(fie)

Reporter: Dian Sofianty P

Foto : Dok. eHealth

Referensi:

Departemen Kesehatan RI, 1995. Sekitar Kelahiran Bayi yang Perlu Anda Ketahui,. Jakarta.

Your rating: None
AttachmentSize
persiapan-menyusui 1.gif26.57 KB