Tips Atasi Anak Susah Makan
Anak Susah Makan? Ibu Yang Salah
Februari 2010
Surabaya, eHealth. Setelah berjuang selama 9 bulan mengandung sang buah hati kemudian bergelut antara hidup dan mati untuk melahirkan, nyatanya perjuangan ibu tidak terhenti sampai disana. Mengurus dan membesarkan anak tentu lebih membutuhkan banyak tenaga dan pikiran. Apalagi apabila sang anak susah sekali diajak kerjasama terutama untuk urusan makan.
Anak sulit makan sering membuat ibu putus asa memberi makan. Namun dr. Andrianto, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jawa Timur ini menjelaskan kepada Tim eHealth bahwa apabila seorang anak susah untuk makan maka ibulah yang bertanggung jawab. “Seorang ibu yang paling patut disalahkan,” ujarnya dengan pasti ketika dihubungi via telepon.
Ia kemudian menjelaskan bahwa apabila anak susah makan hendaknya refleksikan masalah itu pada diri sendiri, mengapa sang anak sampai susah makan, terutama untuk anak berumur satu tahun ke atas yang telah mengkonsumsi makanan padat layaknya orang dewasa. “Kalau nasi sudah dingin walau dikasih lauk yang enak apa Anda mau makan?” tanya Andriyanto yang juga seorang dosen Akademi Gizi Surabaya ini memberikan salah satu contoh kecil mengapa anak susah makan. “Kita aja malas makannya (nasi dingin, Red) maka sajikanlah dengan hangat,” lanjutnya.
Pria yang telah mengajar perihal gizi sejak tahun 1989 ini kemudian memberikan beberapa tips sederhana untuk mengatasi anak yang susah makan, diantaranya:
- Variasi makanan
Selain dituntut untuk telaten dan ulet, seorang ibu rumah tangga juga harus kreatif dalam menyajikan makanan bagi keluarga terutama anak-anak. Variasi makanan disini adalah seperti yang dituturkan oleh Andriyanto salah satunya adalah dimulai dari tampilan makanan yang dapat menarik perhatian anak namun juga tetap sehat. “Kalau anak kecil dikasih sayur saja hijau gitu, ya mana mau, coba diolah menarik pasti mau,” jelasnya.
Sayur dapat disajikan dalam bentuk cincang dicampur dengan makanan selingan seperti contohnya kripik bayam, bakso ayam, wortel goreng tepung dan lain sebagainya. Jika perlu bentuk makanan sesuai dengan imajinasi anak-anak.
Selain tampilan yang dibuat menarik, vaiasi makanan disini termasuk juga pada beragam menu. Menu yang bervariasi ini untuk menghindari kebosanan pada anak-anak. Selain itu anak juga bisa mengenal berbagai macam menu semenjak dini.
- Batasi Snack dan Makanan Manis-manis
Camilan atau snack pada anak umumnya tidak mengandung banyak kalori atau gizi yang baik kepada pertumbuhan anak. Batasi makanan selingan yang mengandung kalori kosong dan sebagai selingan berikan buah atau makanan selingan yang bergizi lengkap seperti kroket, pastel, risoles, dan lain-lain. Untuk membuat anak menyukai buah, batasi makanan yang mengandung gula kepada sang buah hati.
- Bermain Bersama
“Pahami psikologis anak-anak,” jelas bapak dua anak ini. Ia menuturkan bahwa pada masa anak-anak yang paling suka dilakukan adalah bermain. Sehingga ibu dapat membujuk sang buah hati untuk lahap makan dengan cara sambil bermain atau berjalan-jalan dengan anak dapat juga ketika sang anak tengah bermain bersama teman-temannya, karena hal ini dapat meningkatkan nafsu makan anak. “Kalau si anak melihat temannya makan biasanya ditiru,” lanjutnya. Terlebih lagi ketika umur masih sangat dini, anak-anak masih sangat senang bersosialisasi.
- Pola Teratur
Ada baiknya untuk membiasakan anak-anak makan di saat yang sama atau membuat jam makan yang teratur, sehingga hal tersebut dapat menjadi suatu kebiasaan. Apabila anak tidak menghabiskan porsi yang disediakan dapat berikan makan dengan porsi sedikit tapi sering.
Terutama apabila berat badan anak kurang maka anak butuh kalori lebih tinggi untuk mengejar kekurangannya. Untuk itu diperlukan makan lebih sering walaupun porsinya sedikit. Salah satu contoh menunya adalah memberi nasi dengan hati ayam yang digoreng dengan 1 sendok teh mentega. Selain itu makanan selingan seperti roti dan pisang juga dapat membantu mengejar berat badan anak.
Tentu saja keberhasilan dari beberapa langkah sederhana tersebut berada di tangan sang ibu. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dari sang bunda sehingga akhirnya makan, terutama makan makanan yang bergizi dan bervariasi ini menjadi kebiasaan sehari-hari sang buah hati.(Fie)
Sumber tambahan:
Food Security and Nutrition (FSN) Program Surabaya. Buku Fasilitator Makanan Pendamping ASI. Wahana Visi Indonesia.
