PENUTUPAN PROGRAM GEMES BAGI KADER BINAAN PUSKESMAS WONOKUSUMO

()
Puskesmas Wonokusumo

Apresiasi Bagi Para Kader Sekaligus Salam Perpisahan

26 Desember 2009

Surabaya, eHealth. Setelah melaksanakan tugas sebagai kader di wilayah Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, atau tepatnya dalam melaksanakan salah satu program pemerintah menangani gizi pada masyarakat yakni program Gemes (Gerakan Makan Enak dan Sehat), maka pada Hari Sabtu (26/12), para kader yang didominasi oleh para ibu rumah tangga ini mengadakan pertemuan sebagai ajang penutupan program Gemes. Acara yang diadakan di Rumah Makan Taman Sari ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Puskesmas Wonokusumo, Camat, Lurah, dan berbagai instansi terkait.

Acara penutupan tersebut dilanjutkan esok hari, yakni wisata bersama ke Selorejo. Seperti yang dijelaskan oleh dr. Heri Siswanto, Kepala Puskesmas Wonokusumo, bahwa acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi bagi para kader yang telah bekerja dengan sepenuh hati melayani masyarakat. Namun perlu diketahui pula bahwa dana untuk membiayai acara para kader ini pun berasal dari kader Gemes itu sendiri. “Mereka menyisihkan sedikit uang transport yang mereka peroleh,” tutur dr. Heri.

Setiap pos Gemes mendapatkan uang transport sebesar Rp. 20.000,- dimana rata-rata pos Gemes di wilayah Kelurahan Wonokusumo ini ditangani oleh 10 orang kader. “Atas ide dari dr. Heri, kami pun menyisihkan sedikit dari uang transport tersebut, untuk dikumpulkan dan dibuat acara,” jelas Isnaini Basuki, Ketua Paguyuban Kader, atau yang lebih akrab dipanggil dengan Ibu Basuki ini. Nenek 23 cucu ini menjelaskan bahwa pos untuk Gemes sendiri terdapat 9 buah, dan dari hasil pengumpulan itu sendiri para kader dapat mengumpulkan sebanyak 3.5 juta per pos.

Sedangkan Ibu Basuki yang telah menjadi Kader sejak tahun 1979 ini mengutarakan pengalamannya ketika menangani program Gemes. Kendala utama yang dihadapi adalah ketika Balita atau Lansia yang telah datang ke Pos Gemes yang telah dimasakkan hidangan, namun beberapa orang tidak langsung melahap hidangan tersebut di tempat, tetapi dibawa pulang ke rumah. “Kalau dibawa pulang (misalnya Lansia), kebanyakan tidak dimakan, malah diberikan cucunya,” jelas ibu yang telah berumur 66 tahun ini.

Hal tersebut juga diutarakan oleh Ningsih (42), yang juga aktif dalam Pos Gemes. Namun, ibu 3 orang anak ini lebih mengutarakan harapannya ke depan mengenai Program Gemes atau program yang mungkin setara di kemudian harinya, yakni dapat lebih meng-cover lebih banyak lagi masyarakat.

“Saya miris jika memberikan makanan pada warga yang tidak datang ke pos Gemes, tetapi ada warga lain yang sama yang membutuhkan makanan tersebut, namun tidak teralokasi atau tidak terdaftar (dalam program Gemes, Red),” tutur Ningsih yang telah delapan tahun mengabdi menjadi kader.

Sebanyak 9 buah Pos Gemes pada Kelurahan Wonokusumo tersebut menangani kurang lebih 267 Balita setiap Hari Senin dan Kamis, dan sebanyak 128 Lansia setiap hari Rabu. Sedangkan menu yang dihidangkan kepada warga berganti-ganti setiap minggunya.

Selain menutup program Gemes, dan mengapresiasi kinerja Kader Pos Gemes selama hampir satu tahun, pada kesempatan itu pula dr. Heri mengucapkan perpisahan kepada para Kader karena dokter yang juga merupakan dokter atlit Persebaya ini akan dipindahtugaskan ke Puskesmas Tembok Dukuh. Mendengar hal tersebut saat sambutan, maka para Kader yang berjumlah sekitar 118 Kader ini merasa kaget, sontak semuanya menyanyikan lagu khusus yang ditujukan bagi dr. Heri.(Fie)

Reporter/Foto : Dian Sofianty P