Peran laboratorium klinik sangat penting, karena hasil pemeriksaan laboratorium akan mempengaruhi keputusan tindakan medik, dengan demikian laboratorium dituntut untuk dapat menyajikan hasil analisis secara akurat. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengadakan Workshop Phlebotomy bagi petugas Laboratorium yang bertugas di 53 Puskemas di Surabaya dan 2 orang petugas Laboratorium yang akan bertugas di RSUD BDH (Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada).
”Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petugas Laboratorium Puskesmas. Sehingga pelayanan Lab yang diberikan oleh Puskesmas kepada masyarakat semakin baik dan hasil analisis yang diperoleh semakin akurat,” ujar Hariyanto, SKM, Kepala Seksi Diklat Dinkes Kota Surabaya. Lebih lanjut, Hariyanto mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang, maka dari itu petugas Laboratorium yang setiap hari bekerja di Puskesmas harus mengetahui perkembangan tersebut agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.
Pelatihan yang dilaksanakan di Gedung Diagnostic Center (GDC) RSU Dr. Soetomo ini rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 23-25 Februari 2010. ”Dua hari akan mendapatkan materi, sedangkan hari ketiga ada praktek pengambilan sample darah serta ujian praktek phlebotomy,” ungkap Hariyanto.
Phlebotomy yaitu pengambilan sample darah dengan cara melubangi pembuluh darah vena subcutis. ”Phlebo yaitu vena subcutis sedangkan tomy artinya melubangi,” terang Jusak Nugraha ketika memberikan penjelasan mengenai mengenai pengertian phlebbotomy secara harfiah. Jusak Nugraha dalam pelatihan ini memberikan materi tentang Kompetensi Profesional Seorang Phlebotomis.
Lebih lanjut Jusak menjelaskan bahwa Phlebotomis harus melaksanakan tugasnya dengan kompeten yaitu pada saat mengumpulkan sample darah harus dengan sikap trampil, aman dan dapat dipercaya. Selain keterampilan teknis, diharapkan phlebotomis mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara harmonis dengan orang lain terutama pasien yang akan diambil sample nya. ”Ketika mengambil darah pasien jangan bersikap gugup,” ujar Jusak Nugraha.
Selain itu terdapat beberapa sikap tubuh yang harus dihindari oleh Phlebotomis ketika akan melaksanakan tugasnya antara lain dahi mengkerut, sering melihat jam, makan permen karet, menguap dan bersilang tangan. Sikap seperti ini dapat mengganggu komunikasi kepada pasien, keluarga pasien, rekan kerja dan supervisor sehingga penyampaian pesan tidak efektif.
Dengan semakin majunya perkembangan zaman maka semakin meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga diharapkan para praktisi laboratorium selalu beradaptasi dan mengikuti kemajuan pengetahuan dan teknologi terkini salah satunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada.(Ito)
Surabaya, eHealth. Mengambil sample darah di daerah pembuluh darah vena bukanlah pekerjaan mudah, tetapi begitulah tugas sehari-hari yang harus dilakukan oleh seorang analis yang bertugas di Laboratorium Puskesmas. Meskipun terlihat sangat sederhana, terdapat berbagai tahap yang harus dilakukan dengan benar apabila ingin mendapatkan hasil yang sempurna. 
