Upclose and Personal
Bekerja Itu Sebisa Mungkin Untuk Kepentingan Orang Banyak
15 Juni 2009
Surabaya, eHealth. Tidak sulit untuk mengenali sosok wanita ini. Kulitnya putih bersih, rambutnya berombak dan berkacamata. Namun bukan karena fisiknya yang membuat orang mudah mengenalinya, tapi karena sifatnya yang mudah sekali mengenal orang dan tentu saja, bercanda dengan siapa pun yang ada di sekitarnya saat itu. Ia adalah drg. Verra Puspasari Tanoyo, Kepala Seksi Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang pada bulan Juni ini akan mengisi rubrik Upclose and Personal kita.
”Semua pekerjaan kalau dinikmati pasti jadi jalan, jadi saya buat happy aja,” jelasnya kepada Tim eHealth saat ditemui di kantornya. Sesekali Ia menimpali pertanyaan dengan pertanyaan yang sama kepada Tim eHealth dengan bercanda.
Menjadi seorang dokter gigi merupakan cita-cita masa kecilnya. ”Dari lima bersaudara hanya dua orang yang jadi dokter gigi, kakak saya yang ketiga dan saya,” tutur alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof Dr. Moestopo (B) ini. Walau kedua orang tuanya juga pengusaha, namun tidak satu pun dari mereka menentang keinginan anak keempatnya ini untuk menjadi seorang dokter gigi.
Ketika ditanyakan alasannya ingin menjadi dokter gigi, ibu tiga orang anak ini menjawab dengan pertanyaan yang sama kepada Tim eHealth sambil tertawa. ”Ya sama saja alasannya seperti anda-anda yang sukanya wawancara,” celetuknya sembari tertawa, lalu kemudian Ia pun menjelaskan bahwa salah satu alasannya menjadi seorang dokter gigi adalah karena pekerjaan tersebut berhubungan langsung dengan masyarakat. ”Dari kecil kami memang selalu beraktifitas yang ada unsur sosialnya sampai juga pada pekerjaan,” jelasnya.
Satu tahun setelah lulus dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (B), tepatnya tahun 1987, dokter gigi yang lahir pada tanggal 23 November 1962 ini memulai karirnya sebagai dokter gigi di salah satu Klinik Swasta. Kemudian selama tiga tahun berikutnya mendedikasikan dirinya di salah satu Puskesmas di Kabupaten Sikka Flores, Nusa Tenggara Timur.
Tahun 1992 Ia memasuki pulau Jawa, tepatnya di RSU. Dr. Soetomo, Surabaya. Belum genap satu tahun, wanita asli Surabaya ini pun harus kembali keluar Jawa mengikuti sang suami berdinas, yakni tepatnya ke salah satu Puskesmas di Kota Manado, Sulawesi Utara. Setelah lima tahun berdinas di Manado, tahun 1998 drg. Verra berdinas di Kandep (Sekarang Dinkes, Red) Kesehatan Kota Surabaya.
”Pokoknya kalau bekerja itu sebisa mungkin untuk kepentingan orang banyak,” ungkap drg. Verra yang pernah menjadi staf Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2001. ”Saya percaya karma mbak, jadi kalau kita jahat sama orang, nantinya kita akan memetik hasilnya,” lanjut drg. Verra kali ini dengan mimik serius.
Untuk pekerjaan yang Ia pimpin sekarang ini, yakni Seksi Kesehatan Rujukan, tugasnya adalah meninjau lokasi atau tepatnya Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) Rumah Sakit dan sarana kesehatan di Surabaya. Namun, untuk menjalani Binwasdal Rumah Sakit, drg. Verra menjelaskan bahwa dibutuhkan kinerja tim bukan perorangan. ”Tim yang menjalani (Binwasdal, Red) tidak dapat berdiri sendiri-sendiri,” lanjutnya. Sehingga dibutuhkan koordinasi antar tim yang tergabung didalamnya.
Pada saat melaksanakan Binwasdal, Rumah Sakit terkait akan diberikan pembinaan seputar manajerialnya, administrasi, pengolahan limbah dan lain-lain. Selain itu bangunan Rumah Sakit pun tidak luput dari peninjauan dan pembinaan, mulai dari pintu masuk, pintu keluar sampai juga sanitasinya.
Ketika ditanya kegiatan lain di luar kantor yang paling Ia gemari, drg. Verra menjawab bahwa travelling adalah salah satu hobinya. ”Ya ke pulau Madura juga kan sudah hitungan travelling,” tuturnya sambil tersenyum. Kemana saja baginya sudah menjadi perjalanan menarik.
Membaca segala jenis bacaan kecuali novel juga menjadi aktifitas yang sering Ia lakukan di waktu senggang. Selain itu, mendengarkan musik juga menjadi rutinitas yang ia nikmati. Segala macam jenis musik Ia suka termasuk dangdut. Tidak lama kemudian Ia menerima telepon untuk menghadiri rapat, kemudian Ia menutup wawancara dengan berpesan bahwa esensi terpenting dalam bekerja adalah sedapat mungkin bekerja untuk kepentingan orang banyak, dan bermanfaat bagi orang banyak.(Fie)
Reporter : Dian Sofianty P
Foto : Dalu Karunia P / Dok. Pribadi
