|
Acara yang dibuka oleh Walikota Surabaya, Bambang DH, menyampaikan beberapa pesan dan harapan tentang peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama bagi warga Kota Surabaya. ”Wes pokoke yo opo carane (Yang penting bagaimana caranya, red) warga Surabaya ini makan enak, tidur nyenyak”, ujar Walikota Surabaya tersebut ketika memaparkan tentang pengertian sederhana mengenai Visi Kota Surabaya. Beliau mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan “makan enak, tidur nyenyak” itu memiliki banyak indikasi, dan salah satunya adalah mengenai kesehatan warga.
|
|
|
Maka dari itu untuk melengkapi pengetahuan masyarakat dan memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan gizi masyarakat, khususnya masyarakat di Kota Surabaya, Dinkes Kota Surabaya menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten di bidang kesehatan. Yakni, dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC dari Jakarta selaku Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia yang membawakan materi tentang ”Program Inisiasi Menyusu Dini.” Hadir juga sebagai pembicara dr. Benny Sugianto, MPH, yang merupakan dosen senior Akademi Gizi Surabaya dan Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Airlangga. Tahun 2007 kemarin beliau mendapatkan penghargaan ”Pahlawan Kesehatan dan Gizi” di Provinsi Jawa Timur. |
![]() |
| Walikota Surabaya Bambang DH saat membuka Talkshow Inisiasi Menyusu Dini yang Diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. | |
|
Dalam kesempatan itu dr. Benny Sugianto menyampaikan materi ”Pentingnya Gizi Bagi Anak Balita”. Dan seperti yang telah diungkapkan di atas, hadir pula Tjahjani R. Wilis selaku wakil Ketua I PKK Kota Surabaya yang membawakan materi tentang ”Peran Tim Penggerak PKK dalam Menggalakkan ASI Eksklusif di Kota Surabaya.” Selaku moderator, hadir Agnes Wulandari dari Wahana Visi Indonesia.
Acara Talkshow tersebut dihadiri oleh berbagai Direktur Rumah Sakit Umum di Kota Surabaya, Rumah Sakit Bersalin, Rumah Bersalin, beberapa LSM seperti Wahana Visi Indonesia, PLAN, serta mitra pendukung terselenggaranya acara tersebut seperti Bank Jatim, Pertamina, PT. Terminal Petikemas Surabaya, Persagi Surabaya dan para Stake Holder. Selain untuk meningkatkan gizi pada masyarakat, acara Talkshow ini memiliki tiga tujuan utama seperti yang diungkapkan oleh dr. Esty Martiana, Kepala Dinkes Surabaya, dalam pidato pembukanya. Tiga tujuan utama tersebut adalah meningkatnya pengetahuan Stake Holder mengenai Inisiasi Menyusu Dini, terbentuknya komitmen Stake Holder dalam melaksanakan Program ASI Eksklusif di Kota Surabaya, dan tersosialisasinya peran Tim Penggerak PKK dalam memasyarakatkan dan menggerakkan Program ASI Eksklusif. |
|
|
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan cara atau upaya untuk membiarkan bayi yang baru lahir untuk mencari payudara ibu sendiri segera setelah lahir. Hal ini dengan cara menaruh bayi di dada sang ibu, membiarkan kulit sang bayi melekat pada kulit sang ibu sehingga bayi dapat merangkak sedikit demi sedikit untuk mencari puting susu sang ibu, yang biasa disebut sebagai Breast Crawl. ”Setiap detail gerakan sang bayi, baik itu menendang, merangkak, dan menyedot ketika mencari payudara ibu itu memiliki arti tersendiri”, ungkap dr. Utami Roesli ketika memberikan pengertian mengenai Inisiasi Menyusu Dini. |
![]() |
| dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC saat memberikan materi dengan tentang Program Inisiasi Menyusu Dini di hadapan undangan yang hadir. | |
|
Tidak seperti yang biasa dilakukan ketika menolong kelahiran bayi, yakni memandikan bayi, membungkus bayi dengan kain dan memberikannya pada ibu, maka dalam hal ini Inisiasi Menyusu Dini hanya menyeka sedikit sang bayi yang baru lahir kecuali tangannya, dan menaruhnya diatas dada ibu sehingga bayi dapat mencari puting ibu sendiri. ”ASI awal yang bening itu justru yang paling penting dan memiliki banyak manfaat”, jelas Dokter Speasialis Anak yang pada kesempatan itu mengenakan baju merah. Inisiasi Menyusu Dini dapat membantu mengurangi kematian bayi, yakni 22% kematian bayi dapat diselamatkan. Dan umumnya bayi yang melakukan IMD ini dapat bertahan untuk mengkonsumsi ASI Eksklusif selama 6 bulan. Selain itu dapat pula
Umumnya beberapa instansi kesehatan masih memberikan susu formula yang telah khusus disediakan kepada para ibu yang baru melahirkan. ”Tanpa kita sadari bahwa kita telah merenggut hak anak sejak dini, dan menghilangkan basic insting dari sang anak”, ujar Dokter yang merupakan cucu dari sastrawan terkemuka Marah Roesli. Dengan penuh semangat dr. Utami Roesli mengungkapkan ’keajaiban’ dari hanya memberikan kesempatan 60 menit kepada sang bayi mencari puting susu ibunya sendiri. Beliau memperlihatkan beberapa video yang memperlihatkan bagaimana seorang bayi yang berusaha mencari – cari puting susu ibunya. Peserta Talkshow terlihat begitu terkesima dengan visualisasi tersebut. Sekitar 20 menit umumnya bayi merangkak dan pada menit ke 50 umumnya bayi telah dapat menemukan puting susu sang ibu. Dengan adanya penemuan itulah maka diharapkan setiap instansi Kesehatan yang berada di Surabaya dapat lebih menggalakkan ASI Eksklusif melalui Inisiasi Menyusu Dini. Seperti yang tertera pada artikel yang ditulis oleh Tjahjani R. Willis dikutip dari buku ”Panduan Praktis Menyusui” ditegaskan bahwa keberhasilan menyusui tetap memerlukan pengetahuan tentang ASI itu sendiri dan tatalaksananya. Dengan adanya pengetahuan lebih mengenai IMD maka sang ibu yang telah bersusah payah mengandung selama 9 bulan, tidak akan kehilangan satu kesempatan penting agar dapat lebih intim lagi dikenal dan mengenal anaknya, yakni melalui Inisiasi Menyusu Dini.(fie)
|
|
Berikan ASI Eksklusif Sejak Kelahiran Pertama Bayi
![]() |
Surabaya, e-health. “Aku Adalah Ibu Karenanya Aku Menyusui” begitulah judul artikel yang diberikan kepada setiap peserta Talkshow mengenai Inisiasi Menyusu Dini yang diadakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-56. Pancaran semangat dan kebanggaan menjadi seorang ibu terasa begitu kuat ketika membaca artikel yang dibuat oleh Tjahjani R. Wilis, selaku Wakil Ketua I PKK Kota Surabaya, yang juga menjadi salah satu pembicara dalam talkshow tersebut. Tema “Gizi Baik Masyarakat Sehat dan Cerdas” diangkat untuk memberikan pengertian bahwa gizi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kecerdasan bangsa. Dalam hal ini upaya tersebut dapat dicapai melalui pemberian ASI Eksklusif bagi Balita umur 0 hingga 6 bulan. |
| dr. Benny Sugianto, MPH saat memberikan materi dihadapan Undangan dalam talkshow Inisiasi Menyusu Dini, di Balai Kota Surabaya. |



